Kunti zakiyah

Rabu, 10 Februari 2021

PELELEH KESOMBANGAN ITU BERNAMA SIYAM

 PELELEH KESOMBANGAN ITU BERNAMA SIYAM

oleh: Kunti Zakiyah


Sebenarnya apa itu siyam? Ada apa dengan kesombongan? Ada apa dengan siyam? Lalu, adakah hubungan kesombongan dengan siyam?


Siyam itu ...  bahasa populernya ialah puasa, merupakan ibadah yang khusus (karena hanya si orang yang berpuasa dan Allah saja yang tahu tentang niat, keikhlasan dan kesungguhan si pelaku puasa tadi).

Dalam Islam, siyam sendiri ada dua jenis yaitu puasa sunah (ada beberapa macam) dan puasa wajib. Dan Alhamdulillah-nya, kita dapat dipertemukan kembali dengan Bulan Ramadhan-bulan yang paling mulia dari sebelas bulan lainnya, yang secara otomatis kita menjadi wajib menjalani puasa (siyam).

Bulan Ramadhan memang istimewa, rata-rata umat muslim pun tahu keutamaan-keutamaan ajaib yang terkandung permanen pada bulan tersebut. Lantas, bagaimana dengan siyam pada sebelas bulan lainnya? Tentu saja mengandung keutamaan hanya saja kadarnya jelas berbeda dengan siyam di Bulan Ramadhan, bukan?


Ada apa dengan kesombongan ....

Sejatinya kita semua pernah berlaku sombong, entah itu dulu atau sekarang, entah itu sering maupun jarang, entah itu kecil ataupun besar, entah itu disengaja-entah itu tanpa disengaja. Ya, walaupun kita tahu itu tercela, tapi, namanya juga manusia.

 Astaghfirullah ... semoga kita dijauhkan dari bersikap apalagi bersifat sombong, amiin ....

Karena siapapun kita, pasti merasa tak suka saat disombongi. Walau tidak sedikit yang berakhir dengan adu kesombongan.

Merasa lebih menarik pongah, merasa lebih pintar congkak, merasa lebih kaya terindikasi pamer, sombong dkk. Seakan lupa bahwa diatas langit masih ada langit.

Jauhkan ... jauhkan ... jauhkah sikap begitu dari kita.

Namun kenyataan, tak pernah semudah teori, tak segampang ekspektasi diri, tak seindah kisah-kisah hikmah para alim ulama wira'i. Sesungguhnya memang begitulah manusia, ada setan dimana-mana, ada lingkungan dan pengaruh yang tak selalu 'lurus' dan langkah kehidupan yang kerap tak mulus, keadaan iman yang fluktuatif, membuat kita sedikit-banyak, tanpa disengaja dan tiba-tiba merasa 'lebih'.

Karena hidup itu susah-susah gampang, maka kita perlu ilmu, membuka hati dan pikiran guna move on dari segala hal yang buruk-buruk.


Ada apa dengan siyam ....

Kita bererbicara lagi mengenai siyam, siyam yang secara umum(baik yang sunah maupun wajib) memiliki banyak fungsi bagi pelaku siyam. Yangmana fungsi lahiriah dan batiniah (fisik dan mental) itu sendiri sudah banyak kita ketahui, kan?


Lalu, adakah hubungan antara kesombongan dengan siyam ....

Seperti fungsi siyam bagi fisik, siyam pula berfungsi bagi mental, kan? Lalu sadarkah kita bahwa siyam akan berfungsi untuk menghilangkan kesombongan? Pasti banyak dari kita pun sudah banyak yang tahu. Namun, tak ada salahnya, kan ... untuk sekadar share?

Kesombongan berarti mengandung perasaan 'lebih', merasa diri yang 'paling', merasa jadi pribadi yang 'maha'. Namun saat ber-siyam akan mengandung perasaan 'taat kepada', akan merasa diri 'tunduk'(dengan aturan puasa), akan merasa jadi pribadi yang 'lemah'. Itulah hubungan yang terjadi saat kesombongan bertemu siyam. Karena apa-apa yang terjadi termasuk ketentuan tentang perintah dan larangan pasti mengandung faedah agar kita dapat memetik hikmah dari sejala ketentuan-Nya.

Semoga siyam kita selalu diterima Allah SWT, kita dapatkan manfaat fisik, mental dan keamanfaatan bagi derajat kita di surga. Amiin Ya Robbal 'alamin.


Penulis adalah pecinta PAI 

1 komentar:

Ruang kreasikuw mengatakan...

Puasa memang menyimpan banyak kemanfaatan ya Bu ...