(Trik Memahami Pasangan)
oleh: Kunti Zakiyah
"Cinta? Awet muda?!"
"Mau. . . ."
Well, well, well, sebelum melangkah pada kupasan judul di atas. Kita korek-korek lagi yuk ada 'makhluk' apa di balik pasangan? Dan…. Waw! Kita pasti udah tau semua, yup, hanya lima huruf C.I.N.T.A. Cinta, anugrah terajaib bagi manusia.
Ajaib?
Tentu, cause reaksi kimiawi hormon itu, seseorang bisa menjatuhkan pilihan pada satu hati di mana berserakan hati-hati lain di sekitarnya. Mampu menstimulus mata untuk menangis dan membuat bibir untuk tersenyum atau sekadar meringis.
Hm, lalu, apa itu cinta?
Banyak sekali definisi cinta di sekitar kita namun, di sini kita angkat penjelasan Shodiq (200:27) aja yah? Menurut survei beliau kebanyakan orang berargumen, cinta identik dengan nafsu. Bahkan mereka berpendapat cinta itu tak bisa terlepas atau sengaja dinafikan dari nafsu. Tanpa nafsu cinta itu akan menjadi hambar dan mengurangi rasa dari cinta tersebut. Sebaliknya, nafsu tanpa cintaakan semakin menambah rasa menjadi semakin pahit.
Tentu itu hanya argumen, ada beragam konsep di masyarakat, cinta yang begitu abstrak membuat sulit didekati secara ilmiah, inilah yang membuat cinta begitu ajaib dan tentu saja indah.
Dan banyak dari kita nenge'cap' diri sendiri dengan seseorang sebagai sepasang kekasih--yang tujuan puncaknya adalah ucapan ankahtu dan qobiltu (aku nikahkan dan aku terima).
Akhirnya, bagaimanapun model atau jenis-jenis pasangan tentu menuntut kita untuk mengawetkannya—agar cinta 'awet muda'. Ada berbagai cara untuk mengawetmudakan atau mensejatikan cinta bersama pasangan.
Salah satunya tersirat dalam quote anonim menarik yang saya ingat "karena pernikahan bukanlah berusaha mencari pasangan yang cocok bagi kita, melainkan kita berusaha menjadi pasangan yang cocok bagi sesiapapun dia". Jelas sekali, bahwa kita kudu mengadaptasikan diri secocok mungkin dengan pasangan.
Ya, selain komitmen untuk saling setia faktor penting lainnya adalah memahami pasangan kita (yang terdiri dari berbagai aspek termasuk menerima kekurangan). Hal itu perlu agar masa masa sulit mampu dilewati dengan bijak dan dewasa.
Adapun menurut Boldsky dalam Destriyana (Kompas:2012) ada lima cara memahami pasangan.
1. Jangan Bereaksi Spontan!
Ini dimaksudkan agar kita punya waktu untuk merenungkan topik pembicaraan.
2. Sedikik Bicara dan Lebih Banyak Memerhatikan
Karena dengan begitu kita dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk mendengarkan
pasangan kita. So, kita pun bisa mengenalnya dengan lebih baik daripada sebelumnya.
3. Tahu Apa yang Disukai dan Tidak Disukai
Sehingga kita mampu memprediksi suasana hati pasangan bahkan menebak isi hatinya.
4. Membaca Bahasa Tubuh
Ini menuntun kita untuk menemukan apa yang dipikirkannya. Sebab, bahasa tubuh dapat
menunjukkan segalanya.
5. Mengetahui Pemicu Emosi—Senang-Sedih
Dengan hal tersebut, kita dapat menemukan cara untuk membahagiakan pasangan dan
dapat menghindari 'apa' yang memicu kemarahan.
Perenungan Abul Atha' (2005:181) tak kalah hebat, "...kita harus menyadari tanggung jawabnya masing-masing terhadap pasangan.... Jangan mencari-cari kesalahan pasangan."
Sesungguhnya ada banyak hal yang dapat dilakukan agar cinta tetap langgeng. Dan yang harus kita prinsipkan bersama adalah memiliki landasan agama yang kokoh. Sehingga, seterjal apapun rintangan, dapat kita taklukkan dengan keimanan kita. Why? Karena ada kekuatan Maha Besar yang akan membimbing langkah kita.
Pastinya, orang-orang beriman 'kokoh' akan beretika baik dan waspada terhadap akhlak yang buruk (menurut Mazhahiri [2002:111] akhlak yang buruk adalah kondisi-kondisi yang muncul pada pribadi, sehingga dia tampak bermuka masam dan tidak sabar, sering marah-marah dan berkata buruk kepada pasangannya, memindahkan keruwetan ranah lain ke dalam hubungannya, sehingga suasana menjadi dingin dan tegang).
Lalu apa yang terjadi pabila kita memprioritaskan ego pribadi tanpa mau memahami pasangan?
Yap, pastinya iklim kasih sayang akan hilang, melukai perasaan, timbul perselisihan, tak jarang berujung pada sesuatu yang ekstrem--perpisahan. Itu semua bukanlah cita-cita, karena jika
'kejadian' berarti kita telah gagal menjalin hubungan.
Namun sebaliknya, ketika kita mampu memahami pasangan dan menjadi pribadi yang cocok bagi pasangan kita. Hm, sengala yang indah terhampar di depan mata, hidup bahasia, senyum selalu ada, pun seabrek persoalan krusial mampu kita lewati bersama pasangan kita. Bahkan dapat menjadi kekuatan yang luar biasa yang efeknya cetar membahana. Nah, kalau hal ini seratus persen adalah cita-cita tiap pasangan.
Sekali lagi, rasa cinta adalah kekuatan yang luar biasa. Tapi sepertinya tak perlu berpanjang lebar lagi, karena kita semua, pasti telah banyak mengetahui dahsyatnya efek cinta.
Pengerucutannya cinta adalah sumber 'energi' hidup manusia. Tidak percaya? Renungkan saja!
Pun telah banyak fakta kehidupan bertema cinta--contoh boomingnya perjalanan kisah romantik B.J Habibie dan Ainun yang bikin kagum dan pengen.
Itulah cinta, begitu ajaib. Maka, yuk kita sejarahkan kisah cinta sejati ala kita.
referensi :
-Abul Atha', Khalil, Nazmi. 2005. Risaalatu ilal Muahaabbaini minasy Syibaab (Menuntun Cinta Menuju Surga). Terjemahan oleh Syafi'i Masykur. Yogyakarta:Hikam Pustaka.
-Mazhahiri, Husain. 2002. Tarbiyyah ath-thifl fi ar-ru'yah al-islamiyyah (Pintar Mendidik Anak cetakan V). Terjemahan oleh Abdillah Assegaf & Miqdad Turkan. Jakarta:Lentera.
-Sodiq, Burhan. 2007. Ya Alloh Aku Jatuh Cinta! cetakan ke IV. Sukoharjo:Samudera.
-Http://www.merdeka.com/2013/04/27/gaya/5cara-memahami-isi-hati-pasangan.html
3 komentar:
Makasih sharing nya kak
Co cuwiit
Setuju sekali Bu dengan artikel diatas, menatik
Posting Komentar