Perlu untuk dibaca

Selasa, 30 Agustus 2016

cerpen...KITA YANG (dulu) BERHATI BAIK


KITA YANG (dulu) BERHATI BAIK
Oleh: Kunti Zakiyah




Ahad, 14 hari setelah 30 Agustus 2015.

Yuy, tanpa sengaja kutemukan surat tertanggal 30 Agustus 2007-surat bermutu kelas teri yang tak tersampaikan padamu sesuai waktunya. Senyum aneh, geli serta decakan 'ck... ck... ck...' mem-background-i pembacaan ulang--maafkan aku yang dulu  tak berdaya, berupaya memberikan--kini kusampaikan padamu.

Tak terasa 2007-2015 itu berlalu-berjalan begitu cepat-kelesatannya tampak lebih laju dari yang kita kira (menurutku sih). Entah telah berapa ribu hari, jutaan jam, milyaran detik, kita, tak sua. Aku tak tahu mengapa hal ini bisa terjadi, tapi, percayalah Yuy, Kau selalu teranggap sebagai Yuyku dan aku, aku masih Cunti yang dulu. Meski kini telah kupunyai teman hidup, Kau masih tetap teman dalam kehidupanku yang statusnya melebihi dari teman seakrab apapun.

Come on... hug me. I miss it.

"Cun, ke kantin yuk!" panas terik pada rangkaian istirahat sesi ke-2, kau mengajakku, "laper..." lanjutmu.
"Uang jajanku habis Yuy," jujurku.
Kau hanya tersenyum, tetap ceria, "aduh kenapa kita sama-sama lagi bokek ya? Uangku juga tinggal segini," Kau membuka lipatan uang kertas lusuh seribuan.
"Ayo cap cus! Kita beli bareng, kita makan bareng!"
"Hem...," aku tersenyum kecut.
Rangkaian kisah selanjutnya aku agak lupa--yang kuingat itu ending-nya--kita, makan gorengan bareng di teras kelas XI IS 2 (itu loh, kelas yang dinamai Dion, PLUTO, inget kan? 'Dion?' Iya Dion... Syarifudin, inget? Dion sekarang gimana kabarnya ya? Loh kok jadi ngomongin Dion?)

Well  Yuy, penggalan sejarah yang bejibun tentangmu masih ada kok dii sudut-sudut hatiku bahkan yang terdalam. Semoga saja tidak tersudut kian jauh.
Pula waktu Kau melantunkan mars namaku--"Cunti... Cunti... Cunti... 2X" haha... aku masih ingat betul nadanya, dasar lu! Kelewat kreativ. Walau yang kenal mars itu hanya segerombolan remaja puber selengekan tapi, thanks, itu telah menjadi jajaran kenangan indah.

Okey, ada Eny, Tita, Tris, Peklian, Kau dan aku yang terangkai dalam big family gank pembuat onar, sering bernilai kacau, kerap nyontek MTK, hobi ngeblok tempat duduk hingga langganan membuat Bu Sosio marah gegara perbuatan menyebalkan kita. Oh My God, sesungguhnya aku menyesal dengan tingkah yang ini.

Juga ingatkah kala kita saling berpelukan dengan buliran airmata sepulang sekolah di dalam kelas yang telah lengang, hanya karena harus remidi Sosiologi--ketika rata-rata teman sekelas kita dapat nilai memuaskan justru nilai Kau dan aku jauh dari batas bawah, benar-benar memalukan.
Seharusnya gank kita mengusung nilai-nilai luhur, norma, agama dan budi pekerti yang baik, bukannya suka ngedawet di kantin pojok saat mapel akuntansi-nya Pak Tondo, biang kekotoran dindin-meja-kursi kelas, huft... Astaghfirulloh.... Ini aib kelabu yang tak seharusnya dilakukan gadis remaja seimut kita, bukan?

Oh ya, bagaimana kabarnya Tris dan Lian? Aku hanya sekali dua bertemu mereka, itupun lewat mimpi (what? Mimpi?) dalam kehidupan nyata aku hanya dapat mengkoneksi Eny Beatrix dengan segudang kesibukan kerja kuliahnya dan Pratita yang sekarang  dah jadi guru BimBa AIUEO, dikaruniai seorang putra cakep yang menggemaskan, hem....

"Semoga teman-teman kita selalu dalam lindunganNya dan diliputi bahagia, amiin...."

And then... ketika gank kita pecah kongsi, gara-gara apa ya? aku lupa-lupa ingat, apa, karena persoalan antara Tris, Lian dan Tita itu ya?
Ah sudahlah!
Lupakan!
Apapun behind the scene-nya ada hikmah indah bagi kita berdua.
Tunggu...!
Apakah proses keinsyafan kita waktu itu karena keretakan gank atau karena kakak kelas bertas kuning dengan julukan Bembi? mungkin salah satu, mungkin pula keduanya. Namun yang paling pasti adalah karena hidayahNya, kan?

Finally, aku menyusulmu berjilbab em... lebih betulnya berkerudung beberapa bulan kemudian. Mengganti semua seragam sekolah dengan segala atribut muslimah. Lalu... semua ulasan dalam surat edisi 30 Agustus 2007 silam itu terjadi. Aku merasa seolah power ranger-berubah-haha...(Kau juga gak sih?).

Aku bahkan hampir tak percaya ketika SMA pernah menjadi alim, menjaga wudu, salat duha pada istirahat pertama, duhur jamaah pada istirahat kedua, mengkaji agama dengan teman kita yang pandai mengaji, konsentrasi full saat Pak PAI mengajar dengan metode ceramah, sering senyum, berlomba baik-baikan... ah... sungguh indah, ya? Nah, bagian yang ini, kenangan terindah ini kuharap kau tak berniat dan tak hendak menyimpannya dalam laci kenangan yang dikunci rapat lalu kuncinya dilempar nun jauh sekali, jangan Yuy! Jangan!!
Ingatlah bagian kenangan ini-saja-gakpapa. Kita yang dulu berhati baik, sebagai cerminan bahwa hari ini dan esok jangan lebih buruk dari hari kemarin (walaupun antara 2007-2015 belum begitu kenyataannya).
Wallohhu'alam....


Salam rindu sekali
Ttd.
Ur old  bestfriend in SMANSAKU